Sabtu, 12 Januari 2013

BERSENTUHAN DENGAN ALAM CIPTAAN TUHAN (TELAGA SUNYI, BATURRADEN)



BERSENTUHAN DENGAN ALAM CIPTAAN TUHAN (TELAGA SUNYI, BATURRADEN)


Minggu, 16 Desember 2012

Seseorang pernah bertanya pada saya, “untuk apa Tuhan menciptakan alam semesta khususnya kehidupan di bumi yang dihuni manusia, berbagai hewan serta tumbuhan?” Saya mengutip Kitab Mazmur 19:2-7, “Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya”.

Kutipan ayat di atas mengatakan bahwa “hashamayim mesaprim kevod El, umaasyeh yadaiw maggid haraqiya” (Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya). Tujuan penciptaan alam semesta dan kehidupan yang indah di bumi adalah untuk memperlihatkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Jika kita perhatikan, seluruh sistem dan gerak dalam alam semesta khususnya kehidupan di bumi mencerminkan keteraturan, harmoni, sistematis, hukum yang mengatur keseimbangan. Mari kita perhatikan beberapa keteraturan dan keseimbangan berikut ini:

Tingkat eksentrisitas bumi (kemiringan rotasi bumi) berada dalam angka 2%. Jika kemiringan bumi saat berotasi mendekati angka 0% maka berbentuk lonjong dan jika mendekati angka 1% maka akan berbentuk datar. Dengan kisaran angka kemiringan 2% maka rotai bumi seperti lingkaran. Jika mendekati kemiringan 1% maka lautan kita akan menguap karena terlalu dekat dengan matahari dan membeku jika menjauh dari matahari (Noel Hornor, Planet Earth; Lucky Accident or Master Handiwork?, Good News Magazine, March-April 2012, p. 5)

Kadar oksigen dalam atmosfir bumi berjumlah 21%. Dengan jumlah sedemikian, kehidupan bumi dapat terjamin. Apa yang terjadi jika kadar oksigen 25%? Akan ada ledakan besar secara tiba-tiba. Apa yang akan terjadi jika kadar oksigen 15%? Manusia akan mengalami mati lemas (Ibid.,)

Bumi kita senantiasa dibombardir cahaya radiasi matahari. Tingkat transparansi atmosfir bumi sebagai penyaring radiasi matahari sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. Jika atmosfir bumi terlalu terang akan menimbulkan efek bagi manusia berupa kanker kulit. Namun jika atmosfitr bumi kurang terang maka akan menimbulkan ketiadaan kemampuan foto sintesis pada tanaman hijau yang mengubah air, mineral serta karbon dioksida menjadi oksigen (Ibid., p. 6).

Ada empat kekuatan dalam alam semesta dimana keempatnya saling mempengaruhi satu sama lain yaitu Gravitasi, Elektromagnetisme, Gaya Nuklir yang kuat dan Gaya Nuklir yang lemah. Gravitasi adalah fenomena dimana tubuh fisik ditarik dengan kekuatan yang setara dengan massa mereka. Kita biasa melihat keadaan seperti itu saat benda jatuh ke tanah. Gravitasi juga menjaga bumi dan planet-planet lain dalam orbitnya mengelilingi matahari dan untuk menjaga bulan dalam orbitnya mengelilingi bumi. Tanpa gaya ini bumi tidak akan pernah datang untuk mengorbit matahari dan tubuh mengembara tanpa tujuan berkelok-kelok melalui ruang.

Sementara salah satu manifestasi dari Elektromagnetisme dapat digambarkan ketika kita menggunakan magnet untuk menarik benda logam. Ia juga bekerja pada tingkat sub-atomik yang menjaga elektron dan proton bersama-sama di dalam atom. Gaya nuklir yang kuat bekerja untuk mengikat proton dan neutron bersama untuk membentuk inti atom. Gaya nuklir yang lemah bertanggung jawab atas peluruhan radioaktif dari partikel subatom. Ini memulai fusi hidrogen dalam bintang dan menghasilkan pelepasan energi. Dengan proses fusi, matahari memancarkan cahaya dan panas untuk mempertahankan kehidupan di planet kita.
Kalibrasi yang tepat dari empat kekuatan dalam hubungannya dengan satu sama lain sangat penting untuk mendukung kelangsungan alam semesta dan bumi. Seberapa penting dan seberapa tepat adalah kekuatan-kekuatan?

Contoh, Jika gaya gravitasi diubah menjadi 0,00000000000000000000000000000000000001 persen, matahari kita tidak akan ada, dan, karena itu, kita pun tidak akan ada pula. Selain pentingnya semesta-mencakup efek gravitasi, ada juga ada keseimbangan penting dari interaksi gravitasi lokal antara bumi dan bulan. Jika terjadi interaksi yang lebih besar daripada yang saat ini terjadi, maka akan muncul efek merusak pada pasang surut laut, atmosfer serta periode rotasi. Jika terjadi interaksi yang kurang, maka perubahan orbital akan menyebabkan ketidakstabilan iklim (Ibid., p. 6-7).

Dari fakta-fakta dan data-data di atas kita melihat bahwa alam semesta dan kehidupan di bumi bergerak dalam sinergi yang harmoni. Ada hukum yang mengatur semua keseimbangan tersebut. Dan jika keseimbangan itu dirusak maka akan terjadi dampak yang merusak kehidupan alam semesta termasuk bumi. Mazmur 119:91 mengatakan, “lemishpateka admu, ki hakol avadeka” (menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau). Demikian pula dikatakan dalam Mazmur 33:9, “ki hu amar wayehi hu, tsiwah waya’amod” (sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada)

Seorang pakar Fisika ternama namun sekaligus Ateis bernama Steven Hawking dalam bukunya, “The Grand Design” mengatakan, “permulaan alam semesta telah diatur berdasarkan hukum-hukum sains dan tidak memerlukan satuan gerak yang digerakkan oleh seorang tuhan” (2010:135). Persoalannya, bagaimana mungkin alam semesta dan bumi yang begitu teratur dan memenuhi hukum konstanta dalam dinamika alam dan kehidupan dihasilkan dari sebuah kebetulan belaka dan tanpa rancangan agung? Bagaimana sebuah kebetulan dan tanpa rencana menghasilkan keteraturan dan hukum yang teratur?

Dengan melihat keteraturan, sinergi dan konstanta dalam gerak kehidupan di alam semesta dan bumi khususnya kita sampai pada pribadi agung yang menciptakan segala keteraturan dan hamonitas tersebut. Maka benarlah pernyataan, “hashamayim mesaprim kevod El, umaasyeh yadaiw maggid haraqiya” (Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya). Oleh karena itulah kita harus lebih banyak lagi bersentuhan dengan alam ciptaan Tuhan dan merenungkan, bermeditasi, berkontemplasi terhadap alam ciptaan Tuhan agar kita bisa menghayati bukan hanya keberadaan Tuhan melainkan keagungan dan kemulyaan Tuhan dalam ciptaannya. Alam semesta dan kehidupan di bumi baik tumbuhan, hewan, manusia serta lingkungan alam yang indah dan kondusif memantulkan siapa pembuatnya sebagaimana dikatakan dalam Mazmur 102:26, “lepanim haartes yasadtta, umaasheh yadeka shamayim” (dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu).

Pergilah ke pantai dan renungkan keindahan dan kedahsyatan gempuran air laut memecah karang dan riak gelombang pantai menyentuh jemari kaki Anda. Hayatilah apa yang dikatakan dalam Mazmur 104:6-9 sbb, “Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi”. Selanjutnya dalam Mazmur 104:25-27 dikatakan, “ Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya. Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya”

Pergilah ke gunung dan lembah dimana terdapat telaga yang jernih mengalirkan limpahan air dari hulu menuju hilir. Pandangilah dan berdiamlah sejenak di tengah kesunyian dan gemericiknya air telaga. Hayatilah apa yang dikatakan dalam Mazmur 104:10-14 sbb, “Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah”

Bangunlah dipagi yang cerah dan berdirilah menyambut matahari terbit di kaki gunung atau menjauhlah sejenak dari keramaian modernitas dan menepilah dalam kegelapan malam di sebuah bukit dimana bulan dan bintang terlihat berkedipan. Hayatilah apa yang dikatakan dalam Mazmur 104:19-24 sbb, “Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya. Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka hari pun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan. Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Tuhan. Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; manusia pun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang. Betapa banyak perbuatan-Mu, ya YHWH, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu”.

Tengadahkanlah wajah kita ke langit dan pandanglah awan bergumpal-gumpal yang berlarian dan berkejaran serta rasakan hembusan angin menyentuh kulit tubuh kita. Hayatilah apa yang dikatakan Mazmur 104:1-5 sbb, “Pujilah YHWH, hai jiwaku! YHWH Tuhanku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya”.


Manusia meninggalkan jejak berupa peradaban dan modernitas serta teknologi sebagai wujud ciptaan yang segambar dan serupa dengan Tuhan (Teguh Hindarto, Tuhan-Alam Semesta-Manusia Menurut Kitab Kejadian - http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/06/tuhan-alam-semesta-manusia-menurut.html [seri 1] http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/06/tuhan-alam-semesta-manusia-menurut_20.html [seri 2]), demikian pula Tuhan meninggalkan jejak berupa keteraturan semesta dan keindahan alam di sekeliling kita. Jika kita berada ditengah kota besar yang hiruk pikuk dengan aktifitas dan bersentuhan dengan gedung pencakar langit dan benda-benda karya teknologi manusia (komputer, lap top, hand phone, ipad, dll), maka kita sedang bersentuhan dengan karya manusia. Jika kita sejenak menjauh dari keramaian dan mencari kesunyian nan indah bersama alam, maka kita bukan hanya bersentuhan dengan alam namun secara tidak langsung kita telah bersentuhan dengan pembuat keindahan alam yaitu Tuhan YHWH (Yahweh).

Ketika kita berada dalam keluasan alam yang mengelilingi kita dengan kesejukkan dedaunan, basah air telaga, rimbun pepohonan serta tetesan embun yang berkejaran diantara pohon-pohon besar yang menahun, dan mengambil jarak dalam hening maka kita akan sampai pada pujian dan pengakuan sebagaimana dikatakan Mazmur 104:31, “Yehi kevod YHWH le’olam, yishmakh YHWH bema’ashaiw” (biarlah kemuliaan YHWH tetap untuk selama-lamanya, biarlah YHWH bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!) dan Mazmur 104:33, “Asyirah la YHWH bekhayay, azamerah le Elohay be’odi” (Aku hendak menyanyi bagi YHWH selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Tuhanku selagi aku ada).


Oleh: Teguh Hindarto

Re-posted with permission from: http://bet-midrash.blogspot.com/2012/12/bersentuhan-dengan-alam-ciptaan-tuhan.html?showComment=1357969106336#c851220855203021952





Finally I want to say:
"YHWH ELOHEINU WE AVOTENU YEVAREK ETKEM
BE SHEM YAHSHUA MOSHIENU.
AMN.”







1 komentar:

  1. Thank's for your article, can you explan n teaching me how can I fokus to pray with "Bapa Surgawi"

    Thank's

    BalasHapus